Vivin
Alvisa Putri
(19005103)
Universitas Negeri Padang
“Kesiapan Sumberdaya Manusia dalam Memanfaatkan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) untuk Program PLS”
Di era globalisasi peranan TIK
menjadi semakin penting digunakan untuk mengungkapkan data dan fakta menjadi
sebuah informasi yang bisa dimanfaatkan. Kontribusi TIK tidak terlepas
dari suatu tanggung jawab agar data dan fakta dapat dikumpulkan, dikelola, disimpan,
diteliti, dibuktikan dan disebarkan agar masyarakat mendapatkan informasi
penting dengan benar secara efektif dan efisien. TIK pada hakikatnya
adalah alat untuk mendapatkan nilai tambah dalam menghasilkan suatu informasi
yang cepat, lengkap, akurat, transfaran dan mutakhir. Salah satu manfaat
yang dapat dirasakan dalam kontribusi TIK adalah teknologi internet.
Internet sebagai media informasi telah memberikan peluang bagi setiap orang
untuk menyampaikan data dan fakta secara terbuka dan bertanggung jawab. Hal ini
membuka peluang baru dalam perkembangan karakter dimana data, fakta dan
informasi dapat milik semua orang secara terbuka dan jujur, dengan demikian
flagiatisme akan berkurang. Dalam pemanfaatan perkembangan TIK ini kita sebagai
sumberdaya pengguna harus siap dan mengetahui tata cara memanfaatkan
perkembangan TIK ini dengan baik dan benar. Hal itu dilakukan agar dalam
pemanfaatan TIK kita tidak terjerumus kedalam pemakaian TIK yang mengarah
kepada pemakaian perkembangan teknologi yang negatif. Untuk itu kesiapan kita
diminta sebelum memanfaatkan teknologi.
Pada saat ini perkembangan teknologi
sudah semakin pesat, bahkan seluruh negara didunia sudah merasakan manfaat
teknologi. Teknologi sangat banyak manfaat bagi sumber daya manusia. Untuk itu
diminta kesiapan manusia untuk mau mempelajari dan memahami penggunaan
teknologi. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak binggung lagi dalam
menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari- harinya. TIK juga digunakan dalam
pendidikan luar sekolah yaitu dalam berbagai program pendidikan nya seperti
dalam pelatihan, pemberdayaan, penyuluhan dan lain- lain. Kesiapan sumber
dya manusia dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi untuk program
pendidikan luar sekolah haruslah sejalan dengan kemajuan teknologi atau
kebutuhan sumber daya manusia tersebut karena kalau tidak pengelolaan program
tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Namun pengelola program dengan
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi haruslah mempunyai skill atau
keahlian khusus dalam perencanaan, pemanfaatan, dan evaluasi sehingga apa yang
dicapainya terwujud. Selain itu teknologi juga digunakan untuk merancang dan
mengkomunikasikan program kepada warga belajar.
Peran Teknologi Informasi komunikasi (TIK) saat ini sudah tidak dapat dihindarkan
lagi untuk dapat mendukung operasional layanan sistem berbasis TIK secara
optimal. Untuk itu dituntut keberadaan SDM yang berkualitas, yang dapat memenuhi
kualifikasi sesuai kebutuhan pemanfaatan TIK. Di era saat ini, bidang Teknologi
Informasi komunikasi (TIK) bukanlah suatu bidang baru. SDM yg dapat terserap
pada bidang ini pun tidak sedikit. Tapi siapakah yg tergolong SDM bidang TIK?
Apakah hanya terbatas pada programmer saja?
Berdasarkan berbagai sumber dapat
disimpulkan bahwa Sumber Daya Manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan
organisasi dengan menggunakan potensi fisik dan psikis yang dimilikinya secara
maksimal bagi pencapaian dari tujuan organisasi. Sedangkan Teknologi Informasi
menurut berbagai sumber merupakan pengguna sistem komputer dan telekomunikasi
untuk menyimpan memproses menganalisa mengambil dan mengirim informasi.
Kemudian pengertian SDM TIK sendiri berdasarkan panduan pengukuran aktivitas
sains khususnya dalam Canberra manual (bagian dari dokumen OECD) yaitu dua dimensi dari qualifikasi dan
pekerjaan. Secara nasional maupun
internasional, definisi baku mengenai apa dan siapa SDM TI, belum ditemukan. Merujuk pada beberapa sumber, definisi SDM TIK adalah
individu yg memiliki karakteristik berikut :
1.
Manusia yg bekerja di suatu lingkungan organisasi/perusahaan.
2.
Menggunakan potensi fisik dan psikis yg dimilikinya secara maksimal utk
pencapaian tujuan organisasi/perusahaan tsb.
3.
Potensi yg dimaksud adalah kemampuan menangani bidang sistem komputer dan
telekomunikasi.
4.
Pendidikan di dapat dari SLTA atau perguruan tinggi khusus di bidang sistem
komputer dan telekomunikasi.
5.
Pendidikan atau pengalaman juga bisa di dapat dari lingkup pekerjaannya
selama menangani bidang pekerjaan tersebut.
Tujuan dilakukan pengukuran SDM TIK adalah untuk
mengetahui tingkat kesiapan SDM menangani bidang tersebut. Beberapa indikator
pengukuran SDM TIK adalah kemampuan daya saing, kemampuan transfer pengetahuan,
tingkat aktivitas teknologi yang dapat dilakukan. Selain itu pengukuran
kompetensi SDM TIK juga dapat dilakukan dengan menggunakan indikator yang telah
ada dari SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) namun harus tetap
dikembangkan sesuai dengan berkembangnya bidang ITK. Standar yang SKKNI bidang TI yang dikeluarkan oleh BNSP
(Badan Nasional Standard Profesi) melalui suatu lembaganya yaitu Lembaga
Sertifikasi Profesi Telematika, dan dalam perkembangannya LSP Telematika telah
menjadi rujukan profesionalisme bagi industri telematika didalam dan luar
negeri. Sertifikat yang dikeluarkan oleh LSP Telematika merupakan bukti
pengakuan atas kompetensi seseorang yang telah diuji. Adapun Materi uji disusun
berdasarkan SKKNI yang telah disahkan oleh Menteri tenaga kerja dan
Transmigrasi dan disusun oleh ahli telematika dari Depkominfo, Depdiknas,
Kementrian Ristek Beberapa perusahaan TIK dan Pakar Telematika di Indonesia. Perencanaan
TIK membutuhkan komponen strategi, yaitu :
1.
Prinsip prinsip perencanaan. Hal ini sebagai dasar dalam merumuskan
perencanaan yang ideal sesuai dengan kaidah teoritik dan konseptual ilmu
perencanaan (planning study).
2.
Penggabungan dengan sumber daya manusia. Dalam hal ini TIK berfungsi
sebagai tambahan (supplement), pelengkap (complement), pengayaan (enrichment)
dan pengganti (substuitution) sistem pembelajaran tradisional sebagaimana
digariskan dalam sumber daya manusia.
3.
Pembelajaran yang profesional. TIK menuntut pola pembelajaran modern, lebih
mengaktifkan peserta didik, menggunakan berbagai learning resources,
optimalisasi potensi peserta didik serta pembelajaran berdasarkan minat
(learning by interest). Aspek-aspek tersebut merupakan pola dasar pembelajaran
untuk diaplikasikan dalam pembelajaran berbasis TIK.
4.
Aspek pembiayaan. Hal ini menjadi fokus perencanaan yang mempertimbangkan:
perolehan sumber pendanaan pola pengelolaan dana yang diperoleh, responibility,
acuntability dan sustainability dana untuk kesinambungan dan keberlanjutan
program TIK.
Untuk itu kesiapan sumberdaya
manusia diperlukan pada kondisi seperti ini. Kesiapan seseorang itu sangat
diperlukan dalam memanfaatkan TIK dalam pogram pendidikan luar sekolah, agar
program yang diberikan kepada masyarakat dapat memberikan dampak yang positif
terhadap kehidupan masyarakat. Jika kita lihat pada saat ini manusia memang
sudah siapa dalam memanfaatkan teknologi hal ini bisa kita lihat pada
pemanfaatn teknologi dalam berbagi bidang, baik bidang ekonomi, politik, sosial
dan lain sebagainya. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa kesiapan sumberdaya manusia dalam pengelolaan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk program PLS merupakan suatu kondisi yang
dimiliki oleh semua orang yang terlibat yang bekerja dalam mempersiapkan diri
baik secara mental, maupun fisik untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
~
~
Referensi
http://welamelisaputri.blogspot.com/2018/03/aspek-pengelolaan-sumber-daya-dalam.html
http://nuruldly77.blogspot.com/2018/02/1-kesiapan-sumber-daya-manusia-dalam.html
